Bersyukur



12.05.2018
Setiap orang memiliki rezeki yang berbeda-beda. Rezeki masing-masing yang tentunya telah diatur sedemikian rupa oleh sang Maha Pencipta. Ah, lalu mengapa masih banyak hati yang iri? Hati yang dengki karena kesuksesan seseorang. Mungkin karena kurangnya syukur di dalam diri kita terhadap apa-apa yang kita miliki. Seringkali kita hanya mendongak keatas tanpa mau untuk menunduk kebawah untuk juga melihat orang-orang yang memiliki banyak kekurangan dibandingkan dengan kita namun tetap bersyukur jauh lebih tulus dari yang telah kita lakukan. 

Malu diri ini ketika menyadari bahwa diri ini juga pernah dalam posisi sebagai orang yang tidak bersyukur. Seakan sangat tidak tau diri terhadap apa-apa yang telah di anugerahkan oleh Allah padaku. Mulai dari nikmat melihat, mendengar, berbicara, berpikir, hingga bernafas. Betapa kita telah melupakan hal-hal yang sangat penting bagi kelangsungan kehidupan kita dibandingkan dengan sekedar pencapaian dalam memperoleh seonggok materi diluar keberlangsungan hidup kita. 

Mungkin dari sekian banyak waktu yang telah kita lewati seringkali kita melewatkan kesempatan yang Allah berikan kepada kita untuk bersyukur. Kita sering lali, seringnya lupa dan kufur akan nikmat. Betapa indah sekali rumput tetangga, betapa mudah sekali hidup yang mereka jalani dibandingkan dengan apa yang kita jalani. Tidak. Sungguh tidak. Engkau hanya melihat permukaan luar dari matamu tanpa memiliki pengetahuan sedikitpun tentang apa saja yang telah mereka lalui dalam mencapai hal tersebut. Betapa kita telah terjebak pada angan-angan kita sendiri dan memimpikan kehidupan yang belum tentu membuat kita bahagia. Kita hanya perlu bersyukur. Setulus-tulusnya mensyukuri cinta yang Allah berikan kepada kita. Semoga Allah selalu membersamai kita dalam memahami makna di setiap peristiwanya.


Surabaya, 12 Mei 2018
Rizka Ulfiana, 21 th

Komentar