Tentang Mari Menulis





Aku berfikir bahwa kenapa hidup itu ngoyo banget buat memperjuangkan sesuatu yang “ke-dunia-an”, yang artinya sesuatu yang tidak bisa dibawa mati. Kayak sesuatu yang kalau kita mati nih, itu udah selesai gitu aja. Aku berfikir bahwa, hm kayaknya nggak bisa kayak gini terus deh. Setelah kehidupan ini aku harus punya “kebaikan” yang akan tetap berlanjut meski aku telah meninggalkan kehidupan dunia ini, yang artinya orientasiku harus akhirat ini. Kebaikan-kebaikan yang setidaknya aku perjuangkan ketika hidup di dunia. Jika nanti malaikat Allah bertanya padaku apa saja yang ku kerjakan di dunia, tidak mungkin aku menjawab “mengerjakan skripsi” kan?mana bisa bangga diri ini menjawab demikian adanya. Hm, tapi ya enggak bisa dijadikan alasan juga untuk melewati atau nge skip skripsi ini. Masalahnya adalah kita masih hidup di dunia, jadi ya sedikit banyak masih harus mengikuti aturan main dunia juga.


Point ku adalah, kayaknya aku butuh nih sesuatu yang bisa kuperjuangkan dan ku banggakan kelak di akhirat, kelak saat pertemuan dengan Allah akan datang. Siapa tau sesuatu yang aku anggap kecil dan sepele ternyata setelah aku pergi itu tetap membawa kebaikan bagi sesorang sampai nanti
.

 Aku masih mencari sebenarnya apa kira-kira yang sanggup aku lakukan, yang sekiranya aku mampu untuk mengerjakannya. Munculah ide untuk menulis hehe. “menghidupkan” kembali (?) blog ku ini yang sebenarnya juga belum pernah bener-bener hidup sih karena dulu nyaman banget nulis di tumblr, tapi semenjak ada kasus tumblr pernah diblokir sama pemerintah gitu dan semua tulisanku disana terancam punah, jadi ya aku mencoba untuk banting setir ke blog ini meski ya sepi-sepi aja dan gak ada yang baca juga. Tak apalah, yang penting aku bisa mengeluarkan unek-unekku, dan isi kepalaku. Jadi itu dulu intro kali ini. Ku usahakan untuk menulis tiap hari meski hanya sedikit, setidaknya belajar untuk menulis dengan membiasakan diri dengan menulis. Halah. Sekian dulu. Terimakasih.


Surabaya. 23 Maret 2019

RU, 21 th

Komentar