Semakin aku bertambah dewasa ada
banyak hal yang kadang-kadang aku menyadari bahwa sikapku bisa terkadang sangat
menyebalkan. Aku bertanya, mengapa baru hari ini aku menyadarinya ya? Aku merasa
sekarang aku kok sangat berani untuk menunjukkan sikap jika tidak menyukai atau
setuju terhadap sesuatu. Aku terbiasa menahan diri tapi memendam dan mendendam,
tapi ini kok keluar sikap pernyataan. Aku tidak tau ini suatu sikap yang baik
ataupun buruk, hanya saja jika dilihat dari satu sisi ini lumayan menyenangkan
juga karena tidak mendendam, tapi disisi lain kok ya gak mau mengalah begitu
loh.
Saat aku berfikir lebih jauh
lagi, bibit sifat ini lumayan berguna untuk keadaan khusus, misalnya “kedzoliman”
yang ada lingkunganku. Aku tau bahwa ada hal-hal yang meskipun aku tidak suka,
aku menahan diriku untuk tidak menunjukkannya. Sepertinya semua sikap,
perbuatan dan ucapan itu benar-benar harus difikirkan, saat kita
mengekspresikan sesuatu haruslah benar-benar dengan sangat bijak. Jika tidak,
maka kita mungkin akan menyakiti orang lain. Aku juga belajar banyak mengenai
ini, dan ternyata menempatkan diri itu bukan sesuatu hal yang mudah. Butuh menimbang-nimbang
kapan harus diam dan kapan harus bersikap. Memahami mana yang mesti di omongkan
dan mana yang sekira nya diomongkan justru membuat keadaan semakin panik.
Selain itu juga harus melihat
lawan bicara atau orang yang dihadapi. Mana orang yang bisa untuk di ajak “kerja
sama”, diingatkan dan mana pula orang yang walaupun ngomong sampai berbusa
nggak akan di dengarkan. Hm semua itu ternyata butuh latihan juga. Ada banyak
sekali tipe orang dan berbagai macam cara untuk membuatnya belajar seperti dari
nasihat baik, dari contoh yang baik, atau ya orang yang hanya bisa di doakan. Entahlah.
Tidak ada yang sempurna.
Melihat dari berbagai jenis orang
dan watak itu aku menjadi cukup belajar dari apa yang mereka lakukan. Aku mulai
paham bahwa mungkin ada keburukan dari orang lain yang jangan-jangan aku sering
melakukannya juga. Aku banyak belajar bahwa jangan pernah menyindiri orang di
depan atau dibelakangnya. Jika tidak suka dengan apa yang ia lakukan katakan,
jika tidak berani ya tahan, jangan
diomongin di belakang bersama teman-teman karena itu sungguh sangat tidak
bijaksana. Aku berusaha menahan diri dari perangkap ghibah, karena memang ghibah
itu sangat lembut dan mulus kemunculannya sampai tidak sadar telah melangkah
jauh dan tidak bisa menghentikannya. Jangan menggunjing, karena Allah telah
menutup aibmu, maka jangan kau buka aib orang lain. Hm, berekspresilah dengan
benar. Jangan jadi menyebalkan. Jangan merasa paling tau dan menyemprotkan
semua yang ada di kepalamu. Semua itu butuh di tahan dan di fikirkan, mana yang
baik di keluarkan dan mana yang tidak. Memang susah, tapi bisa di coba.
Baiklah, intinya harus tau
bagaimana cara berekspresi karena semua itu ada tempatnya. Semua itu ada
waktunya. Itu saja sih, saranku untuk bertumbuh dewasa. Terus berjuanglah.
Ponorogo, 6 Agustus
2019
RU, 22 th

Komentar
Posting Komentar
silahkan memberi kritik dan saran yang membangurn